Home » » Harga Emas Terus Merosot

Harga Emas Terus Merosot


Pada akhir pekan lalu, harga emas sempat merosot. Namun pada dasarnya harga emas terus reli dalam sepekan terakhir. Bahkan, emas mencatat kenaikan terbaik sejak September 2012. Harga emas juga sudah lompat 5,9 persen selama bulan Agustus 2013.

Harga emas kembali turun
Untuk hari ini, harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan penjualan PT Aneka Tambang mengalami penurunan sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 551.000 dari harga sebelumnya di harga Rp 558.000, dikutip dari laman resmi logammulia.com, Senin (2/9).

Hari ini harga emas di Jakarta dijual pada kisaran Rp 511.600 hingga Rp 551.000. Harga tersebut mulai terbesar untuk ukuran 1 gram dan harga terkecil untuk ukuran 500 gram.
Harga pembelian emas dan harga penjualan kembali (buyback price) juga dibuka turun menjadi Rp 481.000 dari sebelumnya harga di level Rp 490.000 per gram.

Harga emas 1 per gram Rp 551.000
Harga emas 5 per gram Rp 522.000
Harga emas 50 per gram Rp 513.000
Harga emas 100 per gram Rp 512.500
Harga emas 250 per gram Rp 512.000
Harga emas 500 per gram Rp 511.600

Chief Analyst Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong mengatakan, hingga saat ini emas merupakan aset paling aman untuk investasi. Sebab, harga emas sangat dipengaruhi oleh sentimen-sentimen global.
"Fluktuasi harga emas pekan lalu itu digerakan oleh sentimen Suriah," ujar dia kepada wartawan, Jakarta, Senin (2/9).

Menurutnya, secara teknikal selama sebulan ke depan harga emas ada dalam tren bullish, meski pada dasarnya harga emas sudah berada dalam area overbought. Lukman memprediksi, emas memiliki support pada level USD 1.395 dan USD 1.350 dengan resistance pada USD 1.450. Emas mungkin berpeluang untuk mencoba untuk mendekati level resistance penting di sekitar USD 1.500.

"Harga emas mungkin masih akan menguat apabila AS akan menyerang Syria dalam waktu dekat ini. Tapi, sepertinya peluang untuk melakukan sell on rally di saat rudal pertama diluncurkan ke Suriah," jelasnya.
Sementara untuk jangka menengah, diperkirakan emas akan kembali terkoreksi ke level USD 1.300 apabila tidak ada sesuatu yang mengejutkan dari Federal Open Market Comitte (FOMC) pada September ini.


Sumber : Merdeka.com



Arsip Blog

Follow @danbosikotak

Flags

free counters
Powered by Blogger.